Ikhtisar industri →
Ikhtisar industri →
Ikhtisar industri →
Ikhtisar industri →
Flow Assurance
Prevents deposits and maintains flowability of hydrocarbons from reservoir to processing facility.
Asset Integrity
Protects equipment from corrosion, microbial attack, and dissolved gases that degrade pipelines and vessels.
Water Management
Treats and manages produced water for safe disposal or reinjection, meeting environmental compliance requirements.
Product Maximization
Enhances oil recovery, separation efficiency, and output quality across production and processing operations.
Gas Treatment
Glycol and amine solutions for gas dehydration, hydrate inhibition, and acid gas removal — with dedicated bulk logistics.
Raw Water Treatment
Coagulants, flocculants, disinfectants, and conditioning chemicals for municipal and industrial raw water intake and clarification.
Process Water Treatment
Treatment chemicals for cooling systems, boilers, RO membranes, ion exchange, and thermal desalination across power, refinery, and petrochemical operations.
Wastewater Treatment
Coagulants, flocculants, and specialty chemicals for industrial and municipal effluent treatment and discharge compliance.
Liquid Chlorine Indonesia
High-purity liquid chlorine supplied nationwide in cylinders, ton containers, and bulk tankers for water disinfection, industrial processing, and chemical manufacturing.
Lubricant
Finished lubricant products — distributed in partnership with Fuchs Lubricants.
Lubricant Additives
Performance additive components for formulating industrial, automotive, and specialty lubricants.
Base Oils
High-quality base stocks for lubricant formulation, from mineral to synthetic grades.
Beranda Produk Pengolahan Air Heavy Metal Precipitants

Heavy Metal Precipitants

Precipitant kimia untuk menghilangkan heavy metal terlarut, termasuk nickel, chromium, copper, zinc, lead, dan mercury, guna mematuhi standar efluen PROPER dan AMDAL.

Wastewater Treatment Effluent Compliance Industrial ETP Hydroxide & Sulfide Precipitation
Primary Chemistries
Hydroxide · Sulfide · Dithiocarbamate · TMT-15
Target Metals
Ni · Cr · Cu · Zn · Pb · Hg · Cd
pH for Precipitation
8.5 – 11.0 (hydroxide); 7.0 – 9.0 (sulfide/DTC)
Process
Precipitation → Coagulation → Sedimentation

Ikhtisar

Heavy metal terlarut dalam wastewater industri menimbulkan risiko lingkungan dan regulasi yang signifikan. Berbeda dengan polutan organik yang dapat terurai secara biologis, heavy metal tetap ada di lingkungan tanpa batas waktu. Regulasi PROPER dan AMDAL Indonesia menetapkan batas discharge yang ketat untuk heavy metal dalam efluen industri. Melampaui batas ini membawa konsekuensi regulasi, finansial, dan reputasi yang besar.

Chemical precipitation adalah teknologi treatment standar dan paling hemat biaya untuk penghilangan heavy metal. Ion logam terlarut direaksikan dengan bahan kimia precipitant untuk membentuk senyawa logam tidak larut seperti hydroxide, sulfide, atau kompleks organosulfur. Senyawa ini kemudian dihilangkan dari wastewater melalui coagulation, flocculation, dan sedimentasi atau filtrasi. Pemilihan precipitant yang tepat bergantung pada logam yang ada, batas efluen yang disyaratkan, matriks wastewater (pH, suhu, ion pesaing, chelant), dan pertimbangan manajemen sludge hilir.

Chelated metals: Beberapa proses industri (electroplating, metal finishing, manufaktur printed circuit board) menggunakan chelating agent (EDTA, citrate, gluconate) yang membentuk kompleks larut dengan heavy metal dan mencegahnya mengendap pada pH precipitation hydroxide normal. Untuk aliran metal yang ter-chelate, precipitation lime/NaOH konvensional tidak akan mencapai batas discharge. Precipitant organic sulfide (TMT-15, sodium dimethyldithiocarbamate) atau pre-treatment advanced oxidation untuk memecah chelant diperlukan. Selalu karakterisasi matriks wastewater sebelum memilih precipitant.

Precipitant Types

Hydrated Lime / Caustic Soda
Hydroxide precipitation adalah metode paling sederhana dan paling banyak digunakan. Menaikkan pH ke 9,0–11,0 membuat sebagian besar logam (Cr, Zn, Cu, Ni, Cd, Pb) mengendap sebagai metal hydroxide tidak larut. Hemat biaya untuk aliran metal sederhana tanpa chelant. Setiap logam memiliki pH precipitation optimum yang berbeda. Satu langkah pH tunggal mungkin tidak dapat meminimalkan semua logam secara bersamaan; precipitation bertahap pada beberapa titik pH memberikan hasil lebih baik untuk aliran mixed-metal.
TMT-15 (Trisodium Trimercapto-s-triazine)
Precipitant organic sulfur yang membentuk kompleks metal-TMT yang sangat tidak larut. Efektif untuk mercury, lead, dan cadmium pada konsentrasi akhir yang sangat rendah. Pendekatan ini melampaui hydroxide precipitation dalam mencapai residual mendekati batas discharge. Juga menembus kompleks metal-chelant. Efektif pada pH netral hingga sedikit alkalin, mengurangi kebutuhan pH adjustment yang tinggi. Digunakan sebagai reagen polishing setelah hydroxide pre-precipitation, atau sebagai precipitant utama untuk aliran yang mengandung mercury.
Sodium Dimethyldithiocarbamate (SDDC)
Precipitant dithiocarbamate. Banyak digunakan untuk copper, nickel, zinc, lead, dan cadmium. Bereaksi cepat dengan logam terlarut membentuk kompleks dithiocarbamate tidak larut yang kemudian dihilangkan melalui coagulation dan sedimentasi. Efektif untuk aliran metal ter-chelate di mana hydroxide precipitation gagal. Tersedia dalam bentuk cair untuk dosing metered langsung.
Sodium Sulfide / Ferrous Sulfate
Inorganic sulfide precipitation menghasilkan metal sulfide, yang umumnya kurang larut dibandingkan hydroxide setara. Hal ini bermanfaat untuk mencapai residual mercury dan cadmium yang sangat rendah. Ferrous sulfate secara khusus digunakan untuk reduksi hexavalent chromium (Cr⁶⁺) menjadi trivalent Cr³⁺ dalam kondisi asam sebelum hydroxide precipitation; Cr⁶⁺ tidak mengendap langsung sebagai hydroxide.

Applications

Application Key Metals Recommended Treatment
Wastewater refinery, halus katalis Ni, V, Mo (dari katalis bekas) Hydroxide precipitation pada pH 9,5–10,5; coagulation dengan garam ferric untuk polishing akhir
ETP pabrik petrochemical Cr, Zn, Cu (dari heat exchanger, aditif) Reduksi Cr⁶⁺ dengan FeSO₄ terlebih dahulu; kemudian hydroxide precipitation; SDDC untuk fraksi ter-chelate
Produced water pabrik LNG Hg (dari gas condensate) Mercury hadir pada beberapa ladang gas Indonesia; TMT-15 mencapai level mercury sub-µg/L yang dibutuhkan untuk kepatuhan discharge AMDAL
Pertambangan / pengolahan mineral Pb, Cd, As, Zn Hydroxide + polishing sulfide untuk arsenik; TMT-15 untuk Pb/Cd bila chelant hadir
Metal surface treatment / electroplating Cr, Ni, Cu, Zn, Cd (ter-chelate) Reduksi Cr⁶⁺; SDDC atau TMT-15 untuk metal ter-chelate; precipitation bertahap pada titik pH berbeda untuk bath mixed-metal
Manufaktur baterai dan elektronik Ni, Co, Li, Cu TMT-15 atau SDDC lebih dipilih untuk matriks metal kompleks; pre-treatment hydroxide mengurangi biaya reagen

Petrochemical & LNG Applications

Kontaminasi heavy metal dalam wastewater adalah tantangan yang relevan dan sering terabaikan pada operasi upstream oil & gas, petrochemical, dan LNG. Meskipun industri ini bukan "industri logam" dalam pengertian konvensional, proses-prosesnya menghasilkan aliran terkontaminasi logam melalui berbagai mekanisme.

Pada refineries, crude oil secara alami mengandung logam, khususnya vanadium dan nickel pada fraksi crude berat, yang terkonsentrasi pada katalis dan aliran proses tertentu. Effluent treatment plant menerima wastewater yang mengandung halus katalis, larutan spent caustic, dan blowdown cooling water yang dapat mengandung nickel, vanadium, chromium (dari korosi stainless steel), zinc (dari peralatan galvanis), dan copper (dari korosi heat exchanger) yang tinggi. Memenuhi batas discharge metal PROPER dan AMDAL membutuhkan tahap precipitation khusus dalam ETP.

Pada operasi LNG, mercury adalah perhatian utama yang sudah dikenal luas. Gas alam Indonesia dari beberapa ladang mengandung mercury terlarut signifikan yang terkonsentrasi pada LNG condensate dan aliran process condensate. Sebelum aliran condensate ini dapat diolah dan dibuang, mercury harus dihilangkan hingga level sub-nanogram per liter untuk mematuhi batas discharge dan melindungi peralatan hilir (heat exchanger LNG, cold box aluminium sangat rentan terhadap liquid metal embrittlement akibat mercury). Precipitation TMT-15 dikombinasikan dengan adsorpsi activated carbon adalah rangkaian treatment standar untuk produced water yang mengandung mercury di lokasi LNG.

Produk Terkait