Ikhtisar
Triethylene glycol (TEG) adalah solvent standar industri untuk gas dehydration kontinu, digunakan di plant pemrosesan gas alam, platform offshore, unit persiapan feed gas LNG, dan pipeline transmisi gas. Dalam unit glycol dehydration, wet gas bersentuhan dengan lean TEG pada kolom absorber (contactor). TEG secara selektif menyerap uap air dari aliran gas. Glycol yang kaya air kemudian diregenerasi dalam reboiler pada suhu sekitar 200°C, mengembalikannya menjadi lean TEG untuk disirkulasikan kembali.
TEG lebih disukai dibanding monoethylene glycol (MEG) dan diethylene glycol (DEG) untuk layanan dehydration karena tekanan uapnya yang lebih rendah (meminimalkan kehilangan glycol bersama gas), suhu regenerasi yang lebih tinggi (memungkinkan dehydration yang lebih dalam), dan stabilitas termal yang lebih baik. Unit TEG yang dirancang dengan baik dapat menurunkan water dewpoint gas alam hingga di bawah −10°C, memenuhi sebagian besar spesifikasi gas pipeline.
Aplikasi Umum
- Gas dehydration gas alam sebelum ekspor pipeline, mencapai spesifikasi water dewpoint (umumnya −8°C hingga −20°C)
- Perawatan gas platform offshore sebelum ekspor atau injeksi gas-lift
- Persiapan feed gas LNG, menghilangkan air curah sebelum molecular sieve dryer
- Gas dehydration overhead condensate stabiliser
- Fuel gas conditioning untuk mencegah pembentukan hydrate dalam perpipaan distribusi
- Gas dehydration associated gas pada fasilitas produksi hulu
Pertimbangan Operasional
- Laju sirkulasi TEG dan kemurnian lean TEG secara langsung menentukan dewpoint gas keluaran. Konsentrasi lean TEG umumnya berkisar 99,0–99,9 wt%.
- Suhu reboiler harus dikendalikan secara cermat. Panas berlebih di atas 204°C mempercepat degradasi TEG dan meningkatkan kehilangan produk.
- Senyawa BTEX yang terikut (benzena, toluena, etilbenzena, xilena) ikut terserap bersama air dan terlepas saat regenerasi. Penanganan vent gas dan pengendalian BTEX merupakan pertimbangan lingkungan yang penting.
- Make-up TEG sebaiknya memiliki kemurnian yang setara atau lebih tinggi dari lean glycol dalam sistem agar tidak terjadi akumulasi kontaminan dan produk degradasi.
- Sampling rutin terhadap glycol yang bersirkulasi serta pemantauan pH, warna, dan kandungan besi disarankan untuk menilai kondisi sistem dan menjadwalkan penggantian glycol.
TEG vs. MEG Selection
| Kriteria | TEG | MEG |
|---|---|---|
| Fungsi utama | Gas dehydration (absorber) | Hydrate inhibition (injeksi) |
| Metode aplikasi | Sirkulasi kontinu dalam contactor | Injeksi & recovery kontinu |
| Suhu regenerasi | ~200°C (atmosferik) | ~130°C (atmosferik) |
| Dewpoint yang dapat dicapai | −10°C hingga −25°C | Tidak berlaku (pengendalian hydrate) |
| Tekanan uap | Sangat rendah, kehilangan fase gas minimal | Lebih tinggi, lebih volatil |
| Stabilitas termal | Sangat baik hingga ~200°C | Baik hingga ~130°C |