Ikhtisar industri →
Ikhtisar industri →
Ikhtisar industri →
Ikhtisar industri →
Flow Assurance
Prevents deposits and maintains flowability of hydrocarbons from reservoir to processing facility.
Asset Integrity
Protects equipment from corrosion, microbial attack, and dissolved gases that degrade pipelines and vessels.
Water Management
Treats and manages produced water for safe disposal or reinjection, meeting environmental compliance requirements.
Product Maximization
Enhances oil recovery, separation efficiency, and output quality across production and processing operations.
Gas Treatment
Glycol and amine solutions for gas dehydration, hydrate inhibition, and acid gas removal — with dedicated bulk logistics.
Raw Water Treatment
Coagulants, flocculants, disinfectants, and conditioning chemicals for municipal and industrial raw water intake and clarification.
Process Water Treatment
Treatment chemicals for cooling systems, boilers, RO membranes, ion exchange, and thermal desalination across power, refinery, and petrochemical operations.
Wastewater Treatment
Coagulants, flocculants, and specialty chemicals for industrial and municipal effluent treatment and discharge compliance.
Liquid Chlorine Indonesia
High-purity liquid chlorine supplied nationwide in cylinders, ton containers, and bulk tankers for water disinfection, industrial processing, and chemical manufacturing.
Lubricant
Finished lubricant products — distributed in partnership with Fuchs Lubricants.
Lubricant Additives
Performance additive components for formulating industrial, automotive, and specialty lubricants.
Base Oils
High-quality base stocks for lubricant formulation, from mineral to synthetic grades.
Proyek

Air ini terlihat berminyak. Masalah sebenarnya bersembunyi di dasar botol sampel.

Sebuah operasi offshore tidak bisa membuang produced water ke overboard karena pembacaan oil-in-water berada di atas persyaratan discharge Kementerian Lingkungan Hidup. Gejala langsungnya adalah risiko compliance. Masalah yang lebih dalam adalah kontaminan gelap dan kohesif yang tidak dapat dihilangkan secara bersih oleh separasi standar.

Klien Operator oil and gas offshore
Sistem Separasi produced water
Kendala Batas discharge overboard
Peran Lamurindo Diagnosis lab dan perancangan treatment

Sistem produced water ini melawan lebih dari sekadar minyak.

Sampel diambil dari dua titik dalam proses separasi. Satu sampel menunjukkan fase air yang lebih jernih dengan lapisan hidrokarbon yang mengapung. Sampel downstream lebih gelap, lebih keruh, dan mengandung lapisan bawah berwarna hitam pekat.

Kedua sampel mengeluarkan bau asam yang kuat saat dibuka, menandakan bahwa sistem air ini membawa kontaminasi yang lebih kompleks daripada minyak terdispersi biasa. Inspeksi visual menunjukkan indikasi material menyerupai biofilm atau organic sludge.

Hal ini penting karena kontaminan tersebut dapat menjaga material halus tetap tersuspensi, mengganggu separasi, dan mengacaukan kontrol oil-in-water. Menanganinya sebagai masalah penghilangan minyak biasa akan melewatkan penyebab sebenarnya dari kondisi discharge yang gagal ini.

Saat air tidak bisa dibuang ke overboard, seluruh operasi merasakan dampaknya.

01

Compliance discharge menjadi tidak pasti

Pembacaan oil-in-water cukup tinggi untuk menghentikan pembuangan overboard normal dan menciptakan eksposur compliance lingkungan.

02

Lapisan minyak yang terlihat bukan keseluruhan cerita

Material fase bawah yang gelap mengindikasikan sludge menyerupai biofilm yang dapat membawa atau menjebak kontaminan sepanjang rangkaian water treatment.

03

Treatment downstream kelebihan beban

Sampel dari tahap akhir tetap keruh dan kohesif, menunjukkan bahwa treatment di ujung proses saja akan kurang efektif.

04

Diagnosis yang keliru bisa memboroskan pengeluaran chemical

Tanpa konfirmasi lab, operator berisiko menaikkan dosis di lokasi yang salah, alih-alih memecah kontaminan lebih awal.

Diagnosis kontaminan terlebih dahulu. Baru tangani sebelum mencapai bottleneck.

Lamurindo menjalankan program compatibility dan jar-test di laboratorium untuk memahami apakah material gelap ini berperilaku seperti residu hidrokarbon atau organic sludge menyerupai biofilm. Sebagian besar material tidak larut dalam solvent hidrokarbon, mendukung diagnosis organic sludge.

Pendekatan lapangan yang direkomendasikan adalah strategi treatment dua tahap: memecah kontaminan kohesif ini di awal proses, lalu menerapkan klarifikasi downstream sebelum tahap separasi akhir. Nama chemistry dan identitas operator sengaja dirahasiakan.

Sebelum Tekanan treatment di tahap akhir Produced water mencapai separasi downstream dengan material tersuspensi gelap dan fase bawah yang masih ada.
Setelah Pemecahan awal, lalu klarifikasi Menyasar pemecahan kontaminan di dekat separator upstream, dilanjutkan klarifikasi sebelum water polishing akhir.

Sampel yang lebih jernih bukan kebetulan. Sampel ini menunjukkan di mana treatment seharusnya dimulai.

Hasil lab menunjukkan perbaikan yang lebih kuat pada sampel separator upstream dibanding sampel downstream yang terkontaminasi berat. Temuan ini membentuk rekomendasi: serang kontaminan lebih awal, sebelum menjadi lebih sulit dipisahkan.

Akar penyebab teridentifikasiMaterial gelap ini berperilaku lebih mirip organic sludge menyerupai biofilm daripada residu minyak atau wax biasa.
Kejernihan air meningkatSampel separator upstream menunjukkan air yang terlihat lebih jernih setelah rangkaian treatment dua tahap.
Jalur kontrol OIW teridentifikasiFase bawah upstream yang ditangani menunjukkan oil-in-water lebih rendah dibanding sampel pembanding yang tidak ditangani dalam uji lab.
Rekomendasi lapangan ditetapkanMulai treatment lebih awal, lanjutkan klarifikasi di downstream, dan pantau kejernihan air serta oil-in-water secara berkala.

Masalah compliance produced water jarang terselesaikan dengan menebak-nebak.

Lamurindo menggunakan sampel lapangan, pengecekan compatibility, dan jar testing untuk memisahkan gejala dari penyebabnya sebelum merekomendasikan program treatment.

Tinjau masalah produced water Anda →