Masalah Wax pada Middle Distillate
Normal paraffin (n-alkana) dapat mencapai hingga 30% dari diesel pada umumnya. Komponen ini adalah yang paling sulit larut dalam bahan bakar. Saat suhu turun di bawah cloud point, komponen ini mengkristal menjadi struktur seperti pelat yang membentuk jaringan saling mengunci. Tanpa perlakuan, jaringan ini menyumbat filter bahan bakar, membatasi saluran bahan bakar, dan mencegah mesin menyala atau beroperasi berkelanjutan pada kondisi dingin.
Ada tiga parameter utama yang menentukan operabilitas diesel pada cuaca dingin: Cloud Point (CP), yaitu suhu saat wax pertama kali terlihat; Pour Point (PP), suhu terendah saat bahan bakar masih dapat mengalir; dan Cold Filter Plugging Point (CFPP), ukuran filterabilitas yang paling menentukan operabilitas kendaraan. Cold Flow Improvers (CFIs) menangani CFPP dan pour point, tempat risiko operasional terkonsentrasi.
Cara Kerja Cold Flow Improvers
Kimia CFI yang dominan berbasis kopolimer etilen, khususnya kopolimer ethylene-vinyl acetate (EVA). Polimer ini ko-kristalisasi dengan wax yang tumbuh pada cloud point, mengganggu pertumbuhan kristal pelat normal dan menghasilkan kristal yang lebih kecil dan lebih bulat dengan kecenderungan lebih rendah untuk saling mengunci dan menyumbat pori filter. Hasilnya umumnya berupa penurunan CFPP sebesar 5–15°C dan perbaikan pour point sebesar 10–25°C pada treat rate 200–2.000 mg/kg.
Performa CFI sangat spesifik terhadap jenis bahan bakar. Aditif harus disesuaikan dengan distribusi panjang rantai paraffin bahan bakar dasar. CFI yang dioptimalkan untuk diesel straight-run dari crude parafinik dapat berkinerja berbeda pada bahan bakar hydrocracked atau campuran FCC. Tim teknis Lamurindo mencocokkan aditif dengan bahan bakar untuk performa optimal.
Aplikasi Berdasarkan Jenis Bahan Bakar
| Bahan Bakar / Aplikasi | Risiko Iklim Dingin | Manfaat CFI |
|---|---|---|
| Road Diesel (ULSD) | Penyumbatan filter di wilayah dingin; kegagalan operabilitas kendaraan di bawah cloud point | Perbaikan CFPP untuk memenuhi spesifikasi musiman (EN 590 Grade D–F, dll.) |
| Marine Gas Oil (MGO) | Kondisi pelabuhan dingin; pembentukan wax di tangki kapal pada suhu laut rendah | Menjaga operabilitas sesuai IGF; mencegah penyumbatan purifier dan separator |
| Heating / Distillate Oil | Pengendapan wax pada tangki penyimpanan luar ruangan; kegagalan pompa dan burner di musim dingin | Penurunan pour point untuk keandalan pemompaan dan operasi burner |
| Biodiesel Blends | FAME menaikkan CP dan CFPP campuran dibanding diesel murni | Sebagian mengimbangi penalti cold flow FAME; melengkapi CFI khusus FAME |